Studi kasus

Lebih dari Rp200 juta dibayar pembeli yang pertama kali dibales AI agent kami, dalam dua bulan di toko grosir yang kami jalankan

Euro jualan baju dan sendal anak grosiran lewat WhatsApp, dan chat yang masuk setelah toko tutup baru dibales besok pagi. Kita pasang AI agent di nomor-nomor WA mereka yang bales chat baru, dan pembeli yang siap order langsung dioper ke tim.

Pembeli yang pertama kali dibales AI agent kami membayar lebih dari Rp200 juta dalam dua bulan, Agustus dan September 2026.

Bisnisnya

Euro itu usaha grosir di Jakarta. Jualan baju dan sendal anak ke reseller, kebanyakan lewat WhatsApp.

Masalahnya

Iklan bikin chat masuk lebih banyak dari yang sanggup dibales tim. Kebanyakan cuma minta katalog atau nanya harga, dan yang udah siap order ikut ngantri di situ juga.

Chat yang masuk pas toko udah tutup baru dibales besok pagi.

Yang kita bikin

AI agent yang bales chat baru di nomor-nomor WhatsApp Euro. Dia kirim katalog dan foto yang diminta, gak pernah nebak harga, dan yang siap beli langsung dioper ke tim, lengkap dengan ringkasan singkat chatnya.

Supplier dan yang bukan pembeli gak dikirimin katalog.

Hasilnya
Lebih dari Rp200 jtdibayar 40 pembeli yang pertama kali dibales AI agent kami, Agustus sampai September 2026
Juli sampai Oktober 2026.
Buat kamu

Tim kamu tinggal ngurus yang siap beli, chat lainnya dapat balasan pertama dari agent.