Studi kasus

Satu app buat rekam medis, tagihan, dan stok klinik, dipakai ke pasien tiga minggu setelah mulai

Dokter di klinik home visit ini ngetik semua rekam medis dan tagihan malam-malam, setelah seharian kunjungan. Kita bikinin klinik satu app buat kerjaannya.

Dokter rekam voice note tiap selesai visit, app-nya bikinin draf rekam medis dan tagihannya, dan tim nyimpen data pasien, invoice, stok, dan laporan mingguan di tempat yang sama. Dari proyek kosong sampai dipakai ke pasien beneran cuma tiga minggu.

Bisnisnya

Klinik home visit di Jakarta yang dijalankan dokter.

Masalahnya

Seharian home visit, malamnya dokter masih ngetik semua rekam medis dan tagihan satu per satu. Nama obat dan vaksin juga harus ditulis persis benar.

Yang kita bikin

Satu app yang dipakai bareng dokter dan tim. Tiap selesai visit dokter rekam voice note singkat, lalu app-nya bikin draf rekam medis dan invoice lengkap dengan harga, tinggal dokter cek dan setujui di satu layar.

Begitu kunjungan disetujui, obat yang dipakai langsung keluar dari stok. Tim nyimpen data pasien, invoice dan pembayaran, stok, dan laporan mingguan di app yang sama, dan tiap peran cuma lihat yang dia perlu.

Tiap isian di draf nyambung ke kalimat yang dokter ucapkan, dan gak ada yang disimpan sebelum dokter setujui. Rekam medisnya cuma bisa dibuka reviewer klinis.

Sebelum dipakai, kita tes empat alat speech-to-text pakai rekaman yang penuh nama obat dan vaksin klinik itu, terus pilih yang paling benar nulisnya.

Hasilnya
3 minggudari proyek kosong sampai klinik pakai ke pasien beneran
Mulai September 2026. Dipakai ke pasien sejak akhir September 2026. Dites Oktober 2026.
Tiga layar desain baru app klinik: jadwal dokter hari ini di HP, draf rekam medis yang tiap isiannya nunjukin kalimat asalnya, dan tagihan yang dibuka di desktop.
Desain baru app-nya, disetujui Oktober 2026 dan belum live. Semua nama dan angka di sini contoh.
Buat kamu

Catatan dan tagihannya dibikinin draf dari omongan timmu sendiri. Yang mutusin apa yang disimpan tetap orang.